Rahasia Hati

suami-istri-senderanHati itu penuh rahasia, bahkan seseorang yang terdekat dengan kitapun, kita tak mungkin tahu pasti isi hatinya. Kalau kita menebak isi hatinya bisa jadi kita berperasaan seperti berikut ini.

“Kadang-kadang kata-kata manis diucapkan tentang cinta, tentang kesetiaan, tentang  sesuatu yang indah namun bisa jadi sejatinya, hatinya masih bercabang, masih sering mencari tahu kabar orang yang  mencintainya dulu. Bangga bila ada orang lain yang memandangnya. Sampai diceritakan berkali-kali. Memang tidak dipungkiri kebanyakan orang itu senang bila dikagumi orang lain, dipuji orang  dan panas hati bila direndahkan atau dihina oleh orang lain. Inilah sebabnya pakaian-pakaian yang indah, kosmetik-kosmetik, perhiasan, dan parfum laris manis. Kalau hal ini dituruti maka tak ada beda dengan selebriti-selebriti, yang senang disanjung-sanjung, diidolakan, dan seterusnya. Hanya bedanya dia tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi seperti selebriti-selebriti itu.”   Naudzubillahi min dzalik.

Itulah perasaan kita bila kita menebak-nebak isi hati seseorang. Maka bila kita ingin hidup tenang dan tentram, maka sebaiknya jangan menebak-nebak hati orang lain siapapun dia karena sejatinya yang mengetahui isi hati seseorang adalah orang itu sendiri dan Allah.

Allah berfirman:

“Sungguh, ALLAH mengetahui (segala) yang gaib di langit dan di bumi. Sungguh, DIA mengetahui (segala) yang ada di hati (manusia)”. ( Q.S. Fatir: 35 : 38 )

“IA tahu segala yang di langit dan di bumi. IA tahu segala yang kamu sembunyikan, dan segala yang kamu nyatakan. ALLAH tahu benar isi hati sanubari”. (Q.S. At-Tagabun: 64 : 4)

“Apakah kamu rahasiakan, atau kamu nyatakan perkataanmu. Sungguh, IA tahu rahasia hati sanubarimu!” (Q.S. Al-Mulk: 67 : 13)

“Katakanlah, apakah kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu. Ataukah kamu nyatakan. ALLAH mengetahuinya”. (Q.S. Ali ‘Imran: 3 : 29)

“Dan sungguh, Tuhanmu mengetahui. Apa yang tersembunyi dalam hatinya. Dan apa yang mereka lahirkan”. (Q.S. An-Naml: 27 : 74)

“Tuhanmu mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hatinya. Dan apa yang mereka nyatakan”. (Q.S. Al-Qasas: 28 : 69)

Maka tak perlulah menebak isi hati orang lain, serahkan itu semua hanya Allah saja, kita berlindung pada Allah dari sesuatu yang buruk. Lihatlah pada apa yang nampak saja. Kalau ada yang perlu dibenahi, benahi dengan nasihat yang baik. Namun, bila tak ada perbaikan atau menjadi makin parah sikapnya, atau ada pengkhianatan yang nyata, barulah kita bertindak lebih lanjut sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Sebagaimana firman Allah:

“Dan para istri yang kalian khawatirkan (kalian ketahui dan yakini) nusyuznya maka hendaklah kalian menasehati mereka, meninggalkan mereka di tempat tidur (hajr) dan memukul mereka. Kemudian jika mereka menaati kalian maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka.” (An-Nisa`: 34)

“Dan bila kalian khawatir perselisihan di antara keduanya maka hendaklah kalian mengutus seorang hakim (pendamai) dari keluarga si suami dan seorang hakim (pendamai) dari keluarga si istri…”. (An-Nisa`: 35)

Seharusnya kita bersabar terhadap kekurangan yang ada pada istri kita, selama bukan perkara yang syar’i dan prinsip, jangan dijadikannya sebagai sumber kebencian sehingga menjadi alasan untuk memutuskan hubungan. Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda:

Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia senang dengan tabiat/perangainya yang lain.” (HR. Muslim no. 1469)

Apabila cara-cara ini tidak bermanfaat dan tidak mudah memperbaiki keadaan dan perselisihan terus berlanjut, sementara bila pernikahan tetap dipertahankan yang timbul hanyalah permusuhan, kebencian dan maksiat kepada Allah SWT, barulah kita bisa memutuskan untuk bercerai.

Ya Rabb…

Semua datangnya dari Engkau dan semua akan kembali kepada Engkau, maka aku serahkan semua urusan ini kepadaMu Ya Rabb… Kuatkanlah aku menghadapi setiap ujian yang Engkau berikan, Ikhlaskanlah hatiku untuk menerima setiap takdir yang Engkau tuliskan kepada aku. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari takdir yang buruk.

Hanya Engkau Ya Rabb yang mengetahui dengan benar hatiku maka aku memohon tuntunlah diri ini untuk tetap berada dalam kebenaranMu ..Aamiin .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s