Dakwah Itu Mudah

Oleh : Retno Sukmaningrum, M.T.

SyariahPublications.Com — Hari ini ada sharing sesama aktivis dakwah yang sangat menginspirasi. Beliau bercerita tentang murid ngajinya, seorang ibu yang sehari-hari membuka warung nasi di pinggir jalan.

Ibu penjual nasi ini relatif masih baru mengenal dakwah ini. Beliau merasa baru mengenal Islam saat dakwah ini menyapanya. Ketekunan dan perhatian guru ngajinya untuk membimbing memahami Islam sebagai mabda’, menyulut semangatnya untuk melakukan hal yang sama, sebagaimana yang dilakukan sang guru.

Dia menyadari kemampuannya untuk menyampaikan kepada orang lain, belumlah sepiawai kemampuan sang guru. Namun itu tak menyurutkan langkahnya untuk berdakwah.Dia tetap tekun datang mengaji sembari dia terus menyebarkan ide-ide Islam yang tertuang dalam lembar-lembar bulletin Al Islam yang dia dapat tiap minggu dari sang guru. Caranyapun bukanlah dia menjelaskan isi Al Islam, namun dia meletakkan Al Islam di meja warungnya yang kecil dan mempersilahkan para pembeli yang datang dan menunggu masakan yang dia siapkan untuk membaca Al Islam tersebut. Dia hanya berkata, “Pak, Bu silahkan dibaca lembaran al Islam itu, supaya sampeyan (=anda) tidak dibujuki (=dibohongi) penguasa.” Itulah yang dia ucapkan berulang-ulang kepada pembelinya. Hasilnya…

Biidznillah…Subhanallah…ada perubahan pd orang-orang sekitar warung tersebut. Para tukang becak yang biasa makan di warung tersebut jadi ‘melek’ Islam, bahkan ada yang memberikan list name para penggerak pengajian yang biasa diantar tukang becak tersebut. Pak becak bilang,”Bu, ini ada ibu-ibu pengajian yang bisa sampeyan(=anda) ajak ngaji juga. Atau ibu-ibu pengajian ini juga biar paham tulisan Al Islam ini juga.” Itu dari para abang becak. Ada juga dari para pegawai pom bensin yang juga biasa makan di warung tersebut, meminta ibu warung mengajak istri-istri mereka untuk ngaji. Diskusi di warung pun berkisar tulisan di Al Islam. Subhanallah…jadi ingat ketika menjelang Pak Harto lengser, dimana-mana –termasuk di warung-warung –orang pada bicara REFORMASI.

Dari sini saya belajar. Inilah dakwah..takkan bisa dibendung. Sebuah kebenaran (baca : Islam) takkan bisa dibungkam. Dia akan mengalir ke dalam jiwa-jiwa manusia yang haus dengan kebenaran. Terlebih dalam kehidupan Kapitalis saat ini, yang telah merusak seluruh sendi-sendi kehidupan adalah mudah untuk menunjukkan solusi alternative yang saat ini benar-benar ditunggu oleh seluruh manusia, termasuk abang becak, pegawai pom bensin dan yang lainnya. Mereka butuh solusi terhadap seluruh persoalan yang datang dari Pencipta mereka –Allah SWT- yakni syariah Islam yang terbingkai dalam Sistem Khilafah.

Tinggal kita, mau terlibat atau tidak dalam menggerakkan arus opini ini – kebutuhan terhadap syariah dan Khilafah. Jika seorang Ibu penjual nasi di warung pinggir jalan, juga abang becak yang mereka tidak mempunyai pendidikan tinggi saja bersemangat untuk menyambut dan meneriakkan kebenaran, tanpa analisa terlalu njlimet, tanpa perlu ditraining motivasi. Lalu bagaimana dengan kita ?

Dakwah, layak diemban oleh siapa saja, asal ada kemauan untuk belajar dan mendengar, serta asal ada keikhlasan…. (www.syariahpublications.com)

(Catatan, 14 Pebruari 2011)

Sumber : http://www.facebook.com/notes/arum-ihsan/dakwah-itu-mudah/199835210032006?ref=notif&notif_t=note_tag

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s